JAKARTA – Wisata halal sering terasa mahal bukan karena destinasinya, tetapi karena perencanaannya yang kurang matang. Banyak orang semangat di awal, melihat promo tiket, langsung booking, lalu belakangan baru sadar pengeluaran membengkak di luar perkiraan. Akhirnya liburan yang seharusnya tenang justru menyisakan stres karena biaya.
Masalah utama dalam merencanakan wisata halal biasanya terletak pada tiga hal, yakni tidak memisahkan kebutuhan wajib dan keinginan, tidak menghitung pengeluaran kecil, serta terlalu ambisius dalam itinerary. Padahal, menyusun anggaran sejak awal akan membuat perjalanan jauh lebih terkendali.
Langkah pertama dalam menyusun budget wisata halal adalah menentukan batas maksimal pengeluaran. Bukan sekadar “kira-kira cukup”, tapi angka konkret. Misalnya 20 juta untuk 7 hari atau 15 juta untuk 5 hari. Dari angka itu, baru dibagi ke pos utama: tiket pesawat, hotel, makan halal, transportasi lokal, dan dana cadangan.
Tiket dan hotel biasanya memakan 60–70 persen anggaran. Jika ingin wisata halal tetap nyaman tanpa boncos, jangan terlalu banyak berpindah kota dalam satu perjalanan. Semakin banyak kota, semakin besar biaya transportasi tambahan. Fokus pada satu atau dua kota saja sudah cukup, asalkan itinerary disusun realistis.
Pos makan juga sering diremehkan. Banyak orang mengira biaya makan tidak terlalu besar, padahal saat wisata halal di negara non-muslim, restoran halal tertentu bisa lebih mahal. Karena itu, sisipkan kombinasi, satu kali makan di restoran populer, sisanya di tempat yang lebih sederhana tapi tetap aman secara halal.
Selain itu, jangan lupa biaya tak terduga. Bagasi tambahan, tiket masuk objek wisata, atau belanja oleh-oleh bisa membuat budget jebol. Dalam merancang wisata halal, selalu siapkan dana cadangan minimal 10–15 persen dari total anggaran. Dana ini bukan untuk dihabiskan, tapi untuk berjaga-jaga.
Manajemen ibadah juga berpengaruh pada biaya. Itinerary yang terlalu padat bisa memaksa menggunakan taksi karena kelelahan. Padahal transportasi publik jauh lebih hemat. Dengan menyusun jadwal shalat sejak awal, perjalanan menjadi lebih teratur dan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan mendadak.
Stamina pun bagian dari perencanaan finansial. Saat fisik drop, orang cenderung mencari kenyamanan instan—naik transport premium atau membeli makanan mahal. Dalam wisata halal, menjaga kondisi tubuh sama pentingnya dengan menjaga dompet.
Jika masih bingung menyusun perhitungan yang realistis, kamu bisa melihat referensi gambaran biaya dan paket di @wisatahalal.ind sebagai bahan pembanding sebelum menetapkan anggaran akhir wisata halal.