JAKARTA – Cafe halal di Kyoto semakin mudah ditemukan dan menjadi kabar baik bagi muslim traveler yang ingin menikmati suasana Jepang tanpa harus bingung mencari tempat makan. Meski Kyoto lebih dikenal dengan kuil-kuil bersejarah dan jalanan tradisionalnya, kota ini juga menyimpan beberapa tempat makan halal yang nyaman untuk beristirahat setelah seharian menjelajahi berbagai destinasi wisata.
Salah satu tempat yang cukup sering direkomendasikan adalah Naritaya Halal Yakiniku Kyoto yang berada di kawasan Gion. Meski lebih dikenal sebagai restoran halal, tempat ini memiliki suasana yang hangat dan santai sehingga banyak wisatawan datang bukan hanya untuk makan, tetapi juga beristirahat sejenak. Lokasinya juga tidak jauh dari Sungai Kamo (Kamogawa), salah satu ikon Kyoto yang selalu ramai oleh warga lokal maupun wisatawan, terutama menjelang sore.
Kalau sudah selesai makan, kamu bisa berjalan kaki sekitar beberapa menit menuju tepian Sungai Kamo. Sungai ini membelah Kota Kyoto dan menjadi tempat favorit warga setempat untuk bersantai. Banyak orang duduk di tepian sungai sambil menikmati angin sore, membaca buku, atau sekadar melihat matahari mulai tenggelam. Buat muslim traveler yang ingin menikmati Kyoto dengan tempo lebih pelan, suasana seperti ini sering menjadi momen yang paling berkesan.
Mencari cafe halal di Kyoto memang tidak semudah saat berada di Tokyo atau Osaka. Namun justru karena pilihannya tidak terlalu banyak, setiap tempat biasanya memiliki kualitas pelayanan dan makanan yang cukup baik. Selain Naritaya, ada juga Mumokuteki Cafe & Foods di kawasan Nakagyo. Walaupun tidak sepenuhnya halal, kafe ini terkenal dengan menu vegetarian dan vegan yang sering menjadi alternatif bagi muslim traveler setelah memastikan bahan makanannya sesuai kebutuhan.
Menariknya, kawasan Sungai Kamo juga dekat dengan beberapa destinasi populer seperti Gion, Pontocho Alley, dan Yasaka Shrine. Jadi setelah menikmati makan siang atau ngopi di cafe halal, kamu bisa langsung melanjutkan perjalanan tanpa harus berpindah terlalu jauh. Itinerary seperti ini jauh lebih nyaman karena tidak membuat waktu habis di perjalanan.
Banyak wisatawan Indonesia yang baru pertama kali ke Kyoto awalnya mengira kota ini hanya cocok untuk berburu foto bangunan tradisional. Padahal, Kyoto justru paling nikmat dinikmati dengan berjalan kaki tanpa terburu-buru. Duduk di pinggir Sungai Kamo sambil membawa secangkir kopi atau teh hangat sering kali memberikan pengalaman yang tidak kalah berharga dibanding mengunjungi tempat-tempat viral.
Kalau datang saat musim semi, area Sungai Kamo dipenuhi bunga sakura yang bermekaran di sepanjang tepian sungai. Sementara ketika musim gugur tiba, dedaunan berubah menjadi warna kuning dan merah sehingga suasananya terasa sangat romantis. Tidak heran kalau banyak fotografer maupun wisatawan sengaja datang ke sini hanya untuk menikmati pemandangan tanpa agenda apa pun.
Cafe halal di Kyoto juga sering menjadi titik pertemuan muslim traveler dari berbagai negara. Tidak jarang kamu akan bertemu wisatawan dari Malaysia, Singapura, Turki, hingga Timur Tengah yang sama-sama sedang menikmati perjalanan di kota ini. Suasananya terasa akrab karena semua memiliki kebutuhan yang kurang lebih sama, yaitu mencari makanan halal sekaligus tempat yang nyaman untuk beristirahat.
Supaya perjalanan lebih praktis, banyak muslim traveler sekarang memilih paket dari @wisatahalal.ind. Selain sudah menyiapkan itinerary yang ramah muslim, pilihan tempat makan halal, waktu ibadah, hingga jeda untuk menikmati suasana kota juga ikut diperhatikan. Jadi perjalanan bukan sekadar mengejar destinasi, tetapi benar-benar bisa dinikmati dari awal sampai pulang.