JAKARTA – Wisata halal ke Vietnam punya banyak kejutan, tetapi Hoi An pada malam hari mungkin menjadi salah satu yang paling susah dilupakan. Kota tua yang siang harinya sudah cantik berubah menjadi jauh lebih hidup ketika matahari tenggelam dan lampion warna-warni mulai menyala di sepanjang jalan.
Hoi An berada di Vietnam bagian tengah, tepatnya di Provinsi Quang Nam, tidak terlalu jauh dari Da Nang. Kota ini dikenal dengan kawasan Hoi An Ancient Town, yang dipenuhi bangunan bersejarah, toko kecil, restoran, kafe, dan jalan-jalan yang masih mempertahankan arsitektur tradisional.
Kalau datang pada siang hari, kamu bisa melihat detail bangunan tua dan menyusuri gang-gang kecil sambil mencari oleh-oleh. Namun, suasananya benar-benar berubah setelah sore. Lampion mulai menyala, kendaraan tidak terlalu mendominasi kawasan tertentu, dan jalanan kota tua dipenuhi wisatawan yang berjalan kaki.
Salah satu tempat yang wajib dicari adalah Japanese Covered Bridge, atau Chùa Cầu. Jembatan ini menjadi salah satu ikon Hoi An dan terlihat semakin menarik ketika malam karena diterangi lampu. Area di sekitarnya juga dipenuhi toko dan bangunan tua yang membuat suasananya terasa seperti masuk ke film.
Buat wisata halal, malam hari di Hoi An punya kelebihan tersendiri karena kamu bisa menikmati kota dengan ritme yang lebih santai. Setelah seharian berpindah tempat, berjalan kaki di kawasan kota tua sambil melihat lampion bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menutup hari.
Jangan lupa menyusuri saat wisata halal ke area Nguyen Thai Hoc Street dan Tran Phu Street. Dua kawasan ini punya banyak bangunan tua, toko kerajinan, dan tempat makan yang bisa ditemukan sambil berjalan kaki.
Kalau kebetulan datang saat Hoi An Lantern Festival, suasananya bisa lebih ramai lagi. Pada waktu tertentu dalam kalender lunar, lampu listrik di kawasan kota tua diredupkan dan lampion tradisional menjadi daya tarik utama. Sungai Thu Bon pun terlihat semakin cantik karena perahu dan cahaya lampion memenuhi kawasan sekitar.
Salah satu aktivitas yang populer adalah naik sampan atau perahu kecil di Sungai Thu Bon. Kamu bisa menikmati suasana malam dari atas air dan melihat lampion dari sudut yang berbeda. Kalau ingin mencoba, pilih waktu yang tidak terlalu larut agar perjalanan tetap nyaman.
Untuk muslim traveler, urusan makanan tetap perlu diperhatikan. Hoi An memiliki pilihan makanan yang bisa dicari, tetapi jumlah restoran halal tentu tidak sebanyak kawasan muslim-friendly seperti Itaewon di Seoul. Karena itu, sebaiknya tempat makan sudah ditentukan sebelum menjelajahi kota tua.
Kalau ingin mencari restoran yang menyediakan menu halal, salah satu nama yang bisa dicari adalah Ganesh Indian Restaurant, yang dikenal memiliki pilihan makanan vegetarian dan masakan India. Tetap cek status halal dan bahan makanan ketika datang karena menu dan operasional restoran bisa berubah.
Selain kuliner, Hoi An juga menarik untuk berburu oleh-oleh. Kota ini terkenal dengan produk kerajinan, pakaian, tas, dan berbagai barang yang dibuat oleh pengrajin lokal. Kamu bahkan bisa menemukan toko tailor yang menawarkan jasa membuat pakaian dengan ukuran khusus.
Yang menarik, wisata halal ke Hoi An nggak harus dibuat dengan itinerary superpadat. Justru kota tua ini lebih enak dinikmati dengan berjalan kaki tanpa terburu-buru. Berhenti sebentar untuk foto, masuk ke toko kecil, melihat lampion, lalu mencari tempat makan bisa menjadi bagian dari pengalaman.
Kalau ingin perjalanan lebih praktis, @wisatahalal.ind bisa menjadi pilihan untuk membantu menyiapkan rute Vietnam. Destinasi seperti Hoi An bisa dikombinasikan dengan Da Nang, Hanoi, Halong Bay, atau Ninh Binh sesuai durasi perjalanan.