JAKARTA – Outfit musim dingin untuk Muslimah perlu disiapkan dengan cermat sebelum berangkat ke Eropa, apalagi kalau ini pengalaman pertamamu menghadapi suhu dingin. Bukan cuma soal terlihat bagus saat difoto, pakaian yang dibawa juga harus mampu menjaga tubuh tetap hangat, nyaman dipakai berjalan jauh, dan tetap mendukung kebutuhan berpakaian sebagai Muslimah.
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membawa terlalu banyak baju tebal, tetapi justru lupa pakaian lapisan dalam. Padahal, udara dingin bisa terasa berbeda antara pagi, siang, dan malam. Ketika masuk ke restoran, kereta, atau pusat perbelanjaan, suhu ruangan biasanya jauh lebih hangat dibandingkan udara di luar.
Karena itu, outfit musim dingin untuk Muslimah sebaiknya disusun dengan sistem layering atau berpakaian berlapis. Kamu tidak harus memakai satu jaket supertebal sepanjang hari. Beberapa lapisan yang tepat justru lebih mudah disesuaikan ketika cuaca berubah.
Barang pertama yang sebaiknya masuk koper adalah thermal inner. Pilih atasan dan bawahan thermal yang bahannya ringan, tetapi mampu membantu mempertahankan panas tubuh. Pakaian ini bisa dipakai di balik tunik, sweater, gamis, atau celana panjang tanpa membuat penampilan terlihat terlalu menumpuk.
Setelah itu, siapkan sweater atau cardigan berbahan wol, fleece, maupun rajut yang cukup tebal. Pilih warna netral seperti hitam, krem, abu-abu, dan cokelat agar mudah dipadukan dengan beberapa bawahan. Dengan begitu, kamu tidak perlu membawa banyak atasan hanya untuk menghasilkan tampilan berbeda.
Untuk bagian luar, coat panjang bisa menjadi pilihan yang praktis. Model long coat membantu melindungi tubuh hingga area paha atau lutut, sementara puffer jacket cocok untuk menghadapi suhu yang lebih rendah. Kalau berencana mengunjungi negara dengan kemungkinan turun salju, pastikan jaket memiliki lapisan yang tahan angin dan air.
Bawahan juga perlu diperhatikan. Rok panjang tetap bisa digunakan, tetapi pilih bahan yang cukup tebal dan padukan dengan thermal legging. Celana wide leg berbahan wool atau bahan tebal juga bisa menjadi alternatif ketika kamu ingin lebih leluasa berjalan.
Jangan lupa membawa hijab dengan bahan yang nyaman dan tidak terlalu tipis. Pashmina berbahan wool blend atau scarf hangat bisa membantu melindungi area leher. Untuk outfit musim dingin untuk Muslimah, hijab yang mudah ditata juga penting karena angin kencang bisa membuat kain mudah berantakan.
Aksesori kecil sering kali justru menentukan kenyamanan selama perjalanan. Bawa sarung tangan, kaus kaki tebal, beanie atau penutup kepala, serta syal. Kalau tidak ingin terlalu banyak aksesori, pilih warna yang senada agar mudah dipadukan dengan coat.
Sepatu sebaiknya menjadi perhatian khusus. Pilih boots dengan sol antiselip dan bahan yang tahan air, terutama jika itinerary mencakup kota bersalju. Hindari hanya mengandalkan sneakers berbahan kain tipis karena kaki bisa cepat basah dan kedinginan.
Saat menyusun outfit musim dingin untuk Muslimah, perhatikan juga jumlah pakaian yang benar-benar akan dipakai. Untuk perjalanan sekitar 7–10 hari, beberapa atasan thermal, dua atau tiga sweater, dua bawahan, satu coat utama, dan satu jaket tambahan biasanya sudah cukup jika kamu bisa memadupadankannya.
Sebelum berangkat, cek prakiraan cuaca di kota tujuan. Musim dingin di Paris, Amsterdam, Swiss, dan kawasan Eropa Utara tidak selalu memiliki suhu yang sama. Jadi, jangan membeli semua perlengkapan hanya berdasarkan foto perjalanan orang lain.
Terakhir, sisakan ruang koper untuk pakaian yang mungkin dibeli selama perjalanan. Kalau masih bingung menentukan outfit musim dingin untuk Muslimah yang sesuai dengan rute perjalanan, kamu bisa berkonsultasi dengan tim @wisatahalal.ind. Perencanaan pakaian yang pas akan membuat perjalanan lebih nyaman, sehingga kamu bisa menikmati wisata sekaligus menjaga stamina dan waktu ibadah