Wisata Halal Eropa ke Salah Satu Landmark Ikonik di Swiss Negara Non-Muslim yang Ternyata Ramah untuk Wisata Halal

JAKARTA – Banyak orang masih berpikir kalau wisata halal cuma bisa dilakukan di negara-negara Muslim. Padahal, sekarang sudah banyak negara non-Muslim yang membuka diri dan sangat ramah untuk wisata halal. Dari Asia Timur sampai Eropa, fasilitas untuk Muslim traveler makin lengkap—mulai dari restoran bersertifikat halal, hotel dengan arah kiblat, sampai tempat salat di lokasi wisata populer.

Salah satu contoh terbaik adalah Jepang. Negeri sakura ini jadi destinasi favorit wisata halal karena banyak restoran dan hotel mulai menyesuaikan diri dengan kebutuhan wisatawan Muslim. Di Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kamu bisa menemukan ramen halal, sushi tanpa alkohol, bahkan restoran yang menyediakan ruang salat. Pemerintah Jepang juga aktif mempromosikan wisata halal lewat sertifikasi makanan dan panduan masjid di setiap kota besar. Jadi, kamu bisa tetap tenang menikmati perjalanan tanpa harus khawatir soal makanan atau waktu ibadah.

Korea Selatan juga nggak mau ketinggalan. Banyak operator lokal yang sekarang menyediakan paket wisata halal, terutama di Seoul, Nami Island, dan Jeju. Di beberapa tempat wisata populer bahkan sudah tersedia ruang salat dan restoran Muslim-friendly. Selain itu, ada juga masjid besar di Itaewon yang menjadi pusat komunitas Muslim di Korea. Kombinasi antara budaya modern, pemandangan menakjubkan, dan kemudahan fasilitas membuat Korea jadi salah satu negara non-Muslim paling ramah untuk wisata halal di Asia.

Mau Wisata Halal ke Eropa? Mudah!

Kalau kamu mau suasana Eropa, Inggris bisa jadi pilihan yang nyaman. Sebagai negara dengan komunitas Muslim besar, Inggris punya banyak opsi kuliner halal, mulai dari fish and chips halal di London sampai kebab di Manchester. Di sana juga banyak hotel dan tour operator yang sudah paham konsep wisata halal, sehingga perjalanan jadi lebih mudah dan menyenangkan. Bahkan beberapa destinasi ikonik seperti London Eye dan British Museum punya area salat yang bisa digunakan traveler Muslim.

Swiss juga menarik untuk wisata halal. Negara ini terkenal dengan keindahan alamnya, tapi di balik pegunungan dan danau yang memukau, ternyata banyak restoran halal tersebar di kota besar seperti Zurich, Geneva, dan Lucerne. Beberapa hotel juga sudah menyediakan layanan halal food jika dipesan sebelumnya. Jadi kamu tetap bisa menikmati keindahan Swiss tanpa khawatir soal kebutuhan halal selama perjalanan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa wisata halal sudah jadi tren global. Negara-negara non-Muslim mulai menyadari besarnya potensi wisatawan Muslim, dan mereka beradaptasi untuk memberikan pengalaman terbaik. Mulai dari penyediaan makanan halal, pengaturan waktu ibadah, hingga tour guide yang memahami nilai-nilai Islam.

Kalau kamu ingin menjelajahi negara-negara non-Muslim tanpa khawatir soal makanan dan ibadah, ikut program wisata halal bersama Wisata Halal Indonesia (WHI) bisa jadi pilihan terbaik. WHI sudah berpengalaman membawa traveler Muslim ke berbagai negara, termasuk Jepang, Korea, dan Eropa, dengan fasilitas halal lengkap dan itinerary yang terjaga syariatnya.

Dengan konsep perjalanan yang nyaman, aman, dan penuh nilai ibadah, kini wisata halal bukan cuma soal destinasi, tapi juga soal gaya hidup. Jadi, negara mana yang mau kamu jelajahi duluan?