JAKARTA – Hidden cafe di Seoul ternyata cukup banyak, tetapi tidak semuanya menawarkan pemandangan yang benar-benar berkesan. Buat muslim traveler yang ingin istirahat sejenak setelah seharian keliling kota, ada beberapa kafe yang lokasinya menghadap langsung ke Namsan Tower. Suasananya tenang, fotogenik, dan cocok buat melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.
Banyak wisatawan yang datang ke Seoul biasanya langsung mengejar tempat-tempat populer seperti Myeongdong, Hongdae, atau Gyeongbokgung Palace. Jadwal yang padat memang membuat perjalanan terasa maksimal, tetapi tidak sedikit yang akhirnya kelelahan karena hampir tidak punya waktu untuk sekadar duduk menikmati suasana kota. Padahal, salah satu hal yang paling menyenangkan saat liburan justru menikmati momen-momen kecil seperti menyeruput kopi hangat sambil melihat siluet Namsan Tower dari kejauhan.
Salah satu hidden cafe di Seoul yang cukup sering direkomendasikan adalah Cafe Onion Anguk. Memang kafe ini tidak berada tepat di kaki Namsan Tower, tetapi lokasinya mudah dijangkau setelah mengunjungi Bukchon Hanok Village dan menawarkan suasana tradisional Korea yang sangat khas. Banyak muslim traveler mampir ke sini sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Namsan.
Kalau ingin benar-benar mendapatkan pemandangan Namsan Tower, kamu bisa menuju kawasan Haebangchon (HBC). Kawasan ini berada di lereng Gunung Namsan dan mulai populer di kalangan warga lokal karena dipenuhi kafe-kafe kecil yang memiliki rooftop menghadap langsung ke menara ikonik Seoul. Salah satu yang cukup terkenal adalah The Royal Food and Drink. Dari rooftop-nya, kamu bisa menikmati panorama kota dengan Namsan Tower berdiri megah di kejauhan, terutama menjelang matahari terbenam.
Hidden cafe di Seoul lainnya yang sering muncul dalam rekomendasi warga lokal adalah Oriole Cafe di Huam-dong. Lokasinya hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Seoul. Bangunan bergaya industrial yang dipadukan dengan sentuhan klasik membuat tempat ini terasa hangat dan nyaman. Dari lantai atas, pengunjung bisa menikmati pemandangan Namsan Tower sambil menikmati secangkir kopi atau teh.
Buat muslim traveler, tentu pertanyaan berikutnya adalah soal makanan. Sebagian besar hidden cafe di Seoul memang belum bersertifikat halal. Karena itu, banyak wisatawan memilih datang hanya untuk menikmati minuman seperti americano, latte, atau teh, kemudian makan di restoran halal yang lokasinya tidak jauh dari sana. Salah satu restoran halal yang cukup terkenal adalah EID Halal Korean Food di kawasan Itaewon, yang hanya berjarak sekitar 10 menit dari area Namsan.
Kalau kamu sedang berada di Itaewon, jangan buru-buru kembali ke hotel setelah makan. Cobalah berjalan santai menuju beberapa jalan kecil di Haebangchon. Kawasan ini terkenal sebagai salah satu sudut Seoul yang lebih tenang dibanding Myeongdong atau Hongdae. Banyak seniman, fotografer, hingga pekerja kreatif yang menghabiskan waktu di sini karena suasananya lebih santai.
Hidden cafe di Seoul seperti ini memang belum terlalu banyak diketahui wisatawan Indonesia. Kebanyakan masih fokus pada kafe viral yang ramai di media sosial. Padahal, tempat-tempat kecil dengan jumlah pengunjung yang tidak terlalu banyak justru memberikan pengalaman yang lebih nyaman. Kamu bisa duduk lebih lama, menikmati pemandangan, bahkan berbincang dengan teman perjalanan tanpa terganggu keramaian.
Kalau datang saat musim gugur, suasana di sekitar Namsan semakin cantik. Pepohonan berubah warna menjadi kuning dan merah, sementara udara mulai terasa sejuk. Banyak orang sengaja datang menjelang sore agar bisa menikmati perubahan suasana dari siang ke malam. Ketika lampu-lampu kota mulai menyala dan Namsan Tower ikut diterangi cahaya, pemandangannya benar-benar sulit dilupakan.
Musim semi juga tidak kalah menarik. Bunga sakura bermekaran di beberapa area sekitar Namsan dan membuat perjalanan terasa lebih hidup. Tidak sedikit pasangan maupun keluarga yang memilih piknik di taman sekitar sebelum melanjutkan perjalanan ke kafe favorit mereka.
Kalau baru pertama kali ke Korea Selatan, menyusun itinerary memang bisa sedikit membingungkan. Ada begitu banyak tempat yang ingin dikunjungi, tetapi waktu liburan sering kali terbatas. Karena itu, banyak muslim traveler mempercayakan perjalanannya kepada @wisatahalal.ind. Selain sudah disiapkan rute yang efisien, peserta juga mendapatkan rekomendasi restoran halal, waktu ibadah yang lebih teratur, hingga kesempatan menikmati hidden cafe di Seoul yang mungkin tidak akan ditemukan kalau bepergian sendiri.