JAKARTA – Salat di luar negeri sering menjadi salah satu tantangan bagi traveler Muslim, terutama ketika berada di negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim. Banyak orang yang pertama kali traveling bahkan sempat bingung ketika harus mencari tempat untuk salat di luar negeri.
Padahal sebenarnya ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan agar tetap nyaman menjalankan salat di luar negeri selama perjalanan. Cara paling umum tentu mencari masjid terdekat. Di kota besar dunia biasanya selalu ada masjid, meskipun jumlahnya tidak sebanyak di negara mayoritas Muslim. Masjid sering menjadi pilihan utama bagi traveler yang ingin salat di luar negeri dengan lebih tenang.
Namun jika masjid cukup jauh, traveler sebenarnya masih memiliki banyak pilihan lain. Bandara misalnya. Banyak bandara internasional sekarang sudah menyediakan ruang ibadah yang bisa digunakan untuk salat di luar negeri. Ruangan ini biasanya diberi tanda prayer room atau meditation room.
Selain bandara, pusat perbelanjaan besar juga kadang menyediakan ruang ibadah. Meskipun tidak selalu khusus untuk Muslim, tempat seperti ini tetap bisa digunakan untuk salat di luar negeri selama bersih dan memungkinkan.
Banyak traveler juga memilih salat di taman atau area terbuka yang cukup sepi. Cara ini cukup umum dilakukan ketika sedang salat di luar negeri, terutama jika waktu salat sudah hampir habis.
Karena itu, membawa sajadah travel kecil menjadi kebiasaan yang cukup membantu. Dengan sajadah yang ringan dan mudah dilipat, traveler bisa lebih fleksibel saat harus salat di luar negeri.
Teknologi juga sangat membantu dalam situasi seperti ini. Saat ini ada banyak aplikasi yang bisa menunjukkan lokasi masjid terdekat sekaligus membantu menentukan arah kiblat untuk salat di luar negeri.
Hal terpenting sebenarnya bukan soal tempatnya, tetapi bagaimana menjaga niat untuk tetap menjalankan ibadah meskipun sedang traveling.