JAKARTA – Halal tour ke Jepang enaknya memang nggak cuma soal datang ke satu kota lalu pulang. Dalam sekali perjalanan, kamu bisa merasakan suasana Tokyo yang serba cepat, menikmati sisi tradisional Kyoto, berburu kuliner dan keramaian di Osaka, sampai bermain dengan rusa di Nara. Setiap kota punya karakter sendiri, jadi perjalanan terasa seperti mendapat beberapa pengalaman berbeda sekaligus.
Banyak orang awalnya mengira Jepang cuma identik dengan Tokyo. Padahal, kalau punya waktu sekitar enam sampai delapan hari, rute perjalanan bisa dibuat jauh lebih berwarna. Jarak antarkota yang relatif mudah dijangkau dengan kereta cepat membuat wisatawan bisa berpindah tempat tanpa harus menghabiskan terlalu banyak waktu di jalan.
Tokyo biasanya menjadi awal perjalanan karena banyak penerbangan internasional tiba di kota ini. Begitu sampai, suasananya langsung terasa berbeda. Ada Shibuya Crossing yang selalu ramai, Asakusa dengan nuansa Jepang lama, hingga Tokyo Skytree yang menawarkan pemandangan kota dari ketinggian.
Kalau ingin melihat Jepang yang lebih tradisional, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Kyoto. Kota ini punya suasana yang sangat kontras dengan Tokyo. Jalanannya lebih tenang, banyak bangunan tradisional, dan ada banyak tempat yang membuatmu merasa seperti sedang melihat Jepang beberapa puluh tahun lalu.
Di Kyoto, kamu bisa memulai hari di kawasan Arashiyama. Hutan bambunya memang terkenal, tetapi jangan buru-buru pulang setelah berfoto. Jalan santai ke sekitar Togetsukyo Bridge dan menikmati suasana Sungai Katsura bisa membuat pengalaman di Arashiyama terasa lebih lengkap.
Dari Kyoto, perjalanan menuju Osaka tidak membutuhkan waktu lama. Kota ini punya karakter yang lebih santai dan hidup, terutama saat malam. Dotonbori selalu menjadi tujuan favorit karena dipenuhi lampu, papan reklame, toko, dan berbagai pilihan kuliner.
Bagi muslim traveler, pilihan makanan halal di Osaka juga semakin berkembang. Salah satu yang cukup dikenal adalah Honolu Ramen, yang menawarkan ramen halal dan sering menjadi tujuan wisatawan Indonesia. Ada juga beberapa restoran halal di sekitar pusat kota yang bisa disesuaikan dengan itinerary perjalanan.
Yang menarik, perjalanan halal tour ke Jepang bisa dilanjutkan ke Nara. Kota ini hanya berjarak tidak terlalu jauh dari Osaka dan terkenal dengan rusa-rusa yang berkeliaran bebas di Nara Park. Memberi makan rusa menggunakan shika senbei menjadi pengalaman sederhana, tetapi justru sering menjadi salah satu momen yang paling diingat wisatawan.
Nara juga punya Todai-ji, kompleks bersejarah yang terkenal dengan patung Buddha raksasanya. Kawasan di sekitarnya luas dan hijau, jadi cocok untuk berjalan santai setelah beberapa hari berada di kota-kota besar yang ramai.
Kalau ingin pengalaman yang lebih berbeda, Hokkaido bisa menjadi pilihan untuk perjalanan pada musim tertentu. Saat musim dingin, kamu bisa menikmati salju dan suasana Sapporo atau Otaru. Sementara musim panas menawarkan hamparan bunga di Furano yang terlihat sangat berbeda dari Jepang yang biasa muncul di media sosial.
Perbedaan musim menjadi salah satu alasan kenapa halal tour ke Jepang tidak pernah terasa sama. Musim semi punya sakura, musim panas menghadirkan festival, musim gugur terkenal dengan momiji, sedangkan musim dingin menawarkan lanskap putih. Bahkan mengunjungi kota yang sama pada waktu berbeda bisa memberikan cerita yang benar-benar baru.
Masalah makanan dan ibadah juga kini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Tokyo punya Tokyo Camii, salah satu masjid terbesar di Jepang, sementara pilihan restoran halal semakin berkembang di Tokyo, Osaka, dan Kyoto. Meski begitu, tetap lebih nyaman kalau rute dan tempat makan sudah disiapkan sejak awal.
Di sinilah perjalanan bersama @wisatahalal.ind bisa menjadi pilihan. Kamu tidak perlu sibuk menentukan kereta mana yang harus dinaiki, mencari restoran halal setiap kali lapar, atau bingung menyesuaikan jadwal perjalanan dengan waktu salat. Semua bisa disusun lebih praktis sehingga waktu liburan benar-benar dipakai untuk menikmati Jepang.