Shalat di Bandara Luar Negeri: Boleh di Mana, Gimana Caranya?

JAKARTA – Shalat di bandara luar negeri sering jadi pertanyaan besar bagi traveler muslim, terutama yang baru pertama kali bepergian ke negara non-Muslim. Banyak yang bingung, ragu, bahkan menunda shalat karena takut salah tempat, tidak tahu arah kiblat, atau khawatir mengganggu orang lain. Padahal, shalat di bandara luar negeri bukan hal yang sulit jika tahu caranya.

Bandara internasional saat ini sudah jauh lebih ramah terhadap kebutuhan traveler muslim. Banyak bandara besar menyediakan prayer room, multi-faith room, atau ruang ibadah umum yang bisa digunakan untuk shalat. Biasanya ruang ini terletak di area transit, dekat gate internasional, atau di lantai tertentu yang bisa ditanyakan langsung ke petugas bandara.

Namun, tidak semua bandara memiliki ruang shalat khusus. Di sinilah pemahaman fiqih safar menjadi penting. Dalam kondisi tertentu, shalat di bandara luar negeri tetap sah dilakukan di tempat yang memungkinkan, selama menjaga kebersihan, menutup aurat, dan tidak mengganggu orang lain. Sudut terminal yang sepi, ruang tunggu kosong, atau area dekat jendela sering menjadi pilihan aman bagi traveler muslim.

Arah kiblat juga sering jadi kendala. Saat shalat di bandara luar negeri, traveler bisa memanfaatkan aplikasi penunjuk kiblat di ponsel. Jika tetap ragu, ulama membolehkan ijtihad sesuai kemampuan. Shalat tetap sah meski kemudian diketahui arah kiblat kurang tepat, selama sudah berusaha semaksimal mungkin.

Soal wudhu, banyak bandara menyediakan toilet dengan wastafel yang cukup rendah untuk berwudhu. Jika tidak memungkinkan, traveler muslim bisa memanfaatkan tayamum sebagai keringanan saat safar. Ini menjadi solusi praktis agar shalat tetap terjaga tanpa memaksakan kondisi.

Shalat di Bandara Luar Negeri Saat Transit

Bagi traveler yang memiliki jadwal transit panjang, memahami waktu shalat dan opsi jamak-qashar sangat membantu. Dengan jamak, shalat di bandara luar negeri bisa dilakukan lebih efisien tanpa meninggalkan kewajiban. Inilah mengapa persiapan mental dan ilmu menjadi bekal penting dalam perjalanan.

Shalat di bandara luar negeri sejatinya bukan hambatan, melainkan bagian dari ujian kemandirian seorang muslim saat safar. Ketika perjalanan direncanakan dengan baik, urusan ibadah pun menjadi lebih tenang. Inilah nilai yang selalu ditekankan dalam konsep wisata halal.

Melalui edukasi seperti ini, Wisata Halal Indonesia berupaya membantu traveler muslim agar tetap nyaman beribadah di mana pun berada. Traveling boleh jauh, tapi ibadah tetap dekat. Ikuti edukasi wisata halal lainnya di Instagram @wisatahalal.ind