Street Food Halal di Osaka yang Wajib Masuk Wishlist

JAKARTA – Street food halal di Osaka sekarang menjadi salah satu alasan kenapa semakin banyak muslim traveler memilih Jepang sebagai destinasi liburan. Kalau dulu banyak orang ragu karena takut sulit mencari makanan halal, sekarang kondisinya sudah jauh lebih nyaman. Bahkan, menikmati kuliner khas Osaka tanpa meninggalkan prinsip halal bukan lagi sesuatu yang mustahil.

Osaka memang dikenal sebagai “dapur Jepang”. Warga lokal punya istilah kuidaore, yang kurang lebih berarti rela menghabiskan uang demi makanan enak. Jadi jangan heran kalau hampir di setiap sudut kota ada tempat makan yang menggoda selera. Buat muslim traveler, kabar baiknya adalah pilihan street food halal di Osaka juga terus bertambah dari tahun ke tahun.

Kalau ini adalah kunjungan pertamamu ke Osaka, kawasan Dotonbori tetap menjadi titik awal yang paling menarik. Jalan di sepanjang Sungai Dotonbori selalu ramai oleh wisatawan yang berburu makanan, berfoto di depan papan Glico Man, atau sekadar menikmati suasana malam Osaka. Meski tidak semua penjual menawarkan makanan halal, kawasan ini tetap layak dikunjungi karena berada dekat dengan beberapa restoran halal terbaik di kota tersebut.

Salah satu yang paling sering direkomendasikan muslim traveler Indonesia adalah Matsuri Halal Yakiniku Osaka di kawasan Namba. Restoran ini terkenal dengan menu wagyu halal dan berbagai pilihan daging premium yang sudah bersertifikat halal. Banyak peserta perjalanan bersama @wisatahalal.ind juga menyempatkan makan di sini karena lokasinya strategis, hanya beberapa menit berjalan kaki dari Dotonbori.

Kalau ingin merasakan suasana pasar tradisional, sempatkan mampir ke Kuromon Ichiba Market. Pasar yang sudah berdiri sejak awal abad ke-20 ini sering dijuluki sebagai dapurnya warga Osaka. Di sepanjang lorong pasar, kamu bisa menemukan seafood segar, buah-buahan premium, mochi, hingga berbagai camilan khas Jepang. Memang belum semua kios menjual makanan halal, tetapi beberapa penjual mulai menyediakan menu yang lebih ramah untuk muslim traveler. Sebelum membeli, biasakan bertanya mengenai bahan yang digunakan agar lebih tenang.

Street food halal di Osaka juga identik dengan kebab. Di sekitar kawasan Shinsaibashi dan Namba, ada beberapa kios kebab yang cukup terkenal di kalangan wisatawan muslim, salah satunya Maya Halal Kebab. Dagingnya empuk, porsinya besar, dan harganya masih cukup bersahabat. Banyak orang memilih membeli kebab lalu menikmatinya sambil berjalan menyusuri jalanan Osaka yang selalu hidup.

Kalau berbicara tentang Osaka, rasanya tidak lengkap tanpa menyebut takoyaki. Memang sebagian besar takoyaki tradisional menggunakan bahan yang belum tentu halal. Namun sekarang sudah mulai bermunculan penjual yang menghadirkan versi halal, terutama di restoran atau gerai yang memang menyasar wisatawan muslim. Sensasinya tetap sama, bagian luar renyah, bagian dalam lembut, lalu meleleh di mulut saat masih hangat.

Selain makanan berat, ada juga berbagai camilan halal yang layak dicoba. Beberapa toko di sekitar Namba menjual es krim matcha, mochi, hingga taiyaki dengan bahan yang lebih aman untuk muslim traveler. Walaupun terlihat sederhana, menikmati camilan sambil duduk di tepi Sungai Dotonbori sering menjadi momen yang paling diingat setelah pulang dari Jepang.

Salah satu tips yang sering diberikan oleh tim @wisatahalal.ind kepada peserta adalah jangan datang terlalu malam kalau ingin berburu kuliner. Sekitar pukul 10 pagi hingga 4 sore biasanya suasana masih cukup nyaman untuk menikmati makanan tanpa harus antre panjang. Selain itu, kamu juga punya waktu lebih banyak untuk bertanya kepada penjual mengenai komposisi makanan yang dijual.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah membawa aplikasi penerjemah di ponsel. Tidak semua penjual bisa berbahasa Inggris, apalagi menjelaskan detail bahan makanan. Dengan bantuan aplikasi sederhana, komunikasi menjadi jauh lebih mudah dan kamu bisa lebih yakin sebelum membeli makanan.

Menariknya lagi, masyarakat Osaka terkenal lebih ekspresif dan ramah dibanding beberapa kota besar lain di Jepang. Tidak sedikit pemilik toko yang dengan senang hati membantu wisatawan muslim mencari menu yang sesuai. Pengalaman kecil seperti ini sering membuat banyak orang merasa lebih nyaman selama berada di Osaka.

Kalau kamu ingin perjalanan yang lebih praktis, memilih paket dari @wisatahalal.ind juga bisa menjadi solusi. Biasanya itinerary sudah mencakup rekomendasi restoran halal, waktu salat, hingga rute wisata yang efisien sehingga peserta tidak perlu menghabiskan waktu mencari tempat makan sendiri. Dengan begitu, waktu liburan bisa benar-benar dipakai untuk menikmati suasana kota.